Tampilkan postingan dengan label BUDIDAYA PADI ORGANIK NASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUDIDAYA PADI ORGANIK NASA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Januari 2018

TEKNIS BUDIDAYA KACANG PANJANG

TEKNIS BUDIDAYA 
KACANNG PANJANG





SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman tumbuh baik pada tanah latosol/ lempung berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan drainasenya baik, pH sekitar 5, 5-6, 5. Suhu antara (20-30)C, iklimnya kering, curah hujan antara 600-1.500 mm/tahun dan ketinggian optimum kurang dari 800 m dpl.

PEMBIBITAN
  • Benih kacang panjang yang baik dan bermutu adalah sebagai berikut: penampilan bernas/kusam, daya kecambah tinggi di atas 85%, tidak rusak/cacat, tidak mengandung wabah hama dan penyakit. Keperluan benih untuk 1 hektar antara 15-20 kg.
  • Benih tidak usah disemaikan secara khusus, tetapi benih langsung tanam pada lubang tanam yang sudah disiapkan.

PENGOLAHAN MEDIA TANAM
  • Bersihkan lahan dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak hingga tanah menjadi gembur.
  • Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 60-80 cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm dan jarak antara guludan 30-40 cm
  • Lakukan pengapuran jika pH tanah lebih rendah dari 5,5 dengan dolomit sebanyak 1-2 ton/ha dan campurkan secara merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm.
  • Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secara merata diatas bedengan dengan dosis ± 1 botol (500 cc) POC NASA diencerkan dengan air secukupnya untuk setiap 1000 m2 (10 botol/ha). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA, cara penggunaannya sebagai berikut:
  1. Alternatif 1: 1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
  2. Alternatif 2 : Setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 peres sdm SUPERNASA untuk menyiram 10 meter bedengan.
TEKNIK PENANAMAN
  • Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20x50 cm, 40x60 cm, 30x40 cm. Dan jarak tanam tipe tegak adalah 20x40 cm dan 30x60cm.
  • Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau/ awal musim penghujan, tetapi dapat saja sepanjang musim asal air tanahnya memadai.
  • Benih direndam POC NASA  dosis 2 tutup/liter selama 10-15 menit lalu tiriskan.
  • Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, tutup dengan tanah tipis/ abu dapur.
PENYULAMAN
Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5 hari setelah tanam. Benih yang tidak tumbuh segera di sulam.

PENYIANGAN
Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam, tergantung pertumbuhan rumput dikebun. Penyiangan dengan cara mencabuut rumput liar/membersihkan dengan alat kored.

PEMANGKASAN/PEREMPELAN
Kacang panjang yang terlalu rimbun perlu diadakan pemangkasan daun maupun ujung batang. 
Tanaman yang terlalu rimbun dapat menghambat pertumbuhan bunga.

PEMUPUKAN

  • Dosis pupuk makro sebagai berikut:
Waktu                      Dosis Pupuk Makro (per ha)

                              Urea (kg)     SP-36 (kg)    KCI (kg)
Dasar                      50                75                  25
Umur 45 hari          50                25                 75
TOTAL                  100               100               100

Catatan : Atau sesuai rekomendasi setempat.
  • Pupuk dibeerikan didalam lubang pupuk yang terletak dikiri-kanan lubang tanam. Jumlah pupuk yang diberikan untuk satu tanaman.
  • tergantung dari jarak tanam POC NASA diberikan 1-2 minggu sekali semenjak tanaman berumur 2 minggu, dengan cara disemprotkan (4-8 tutup POC NASA/tangki). Kebutuhan total POC NASA untuk pemeliharaan 1-2 botol per 1000 m2 (10-20 botol/ha). Akan lebih bagus jika penggunaan POC NASA ditambahkan HORMONIK (3-4 tutup POC NASA +1 tutup HORMONIK/tangki). Pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyemprotan, karena dapat mengganggu penyerbukan (dapat disiramkan dengan dosis ± 2 tutup/10 liter air).
PENGAIRAN
Pada fase awal pertumbuhan benih hingga tanaman muda, penyiraman dilakukan rutin tiap hari. Pengairan berikutnya tergantung musim.

PENGELOLAAN HAMA DAN PENYAKIT
 a. Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
Gejala: terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal batang terjadi perakaran sekunder dan membengkak. Pengendalian: famili kacang-kacangan dan pencegahan dengan PESTONA atau PENTANA+AERO

b. Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
Gejala: pertumbuhan terlambat karena hama mengisap cairan sel tanaman dan penurunan hasil panen. Kutu bergerombol di pucuk tanaman dan berperan sebagai vektor virus. Pengendalian: dengan rotasi tanaman bukan famili kacang-kacangan dan Pencegahan semprot Natural BVR dan PENTANA+AERO.

c. Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
Gejala: daun berlubang dengan ukuran tidak pasti, serangan berat di musim kemarau, juga menyerang polong. Pengendalian: dengan kultur teknis, rotasi tanaman, tanam serempak, pencegahan semprot Natural VITURA.

d. Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur sampai 90%. Pengendalian: dengan membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benih kacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.

e. Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman. PENCEGAHAN dengan PESTONA

f. Penyakit Antraknose ( jamur Colletotricum lindemuthianum )
Gejala serangan dapat diamati pada bibit yang baru berkecamabah, semacam kanker berwarna coklat pada bagian batang dan keping biji. Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perlakuan benih sebelum ditanam dengan Natural GLIO dan POC NASA dan membuang rumput-rumput dari sekitar tanaman.

g. Penyakit mozaik ( virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV). 
Gejala: pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak beraturan. Penyakit ditularkan oleh vektor kutu daun. Pengendalian: gunakan benih sehat dan bebas virus, semprot vector kutu daun dan tanaman yang terserang dicabut dan dibakar.

h. Penyakit sapu ( virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus.)
Gejala: pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek, tunas ketiak memendek dan membentuk "sapu". Penyakit ditularkan kutu daun. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit mosaik.

i. Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum )
Gejala: tanaman mendadak layu dan serangan berat menyeabkan tanaman mati. Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati dan PENCEGAHAN gunakan Natural GLIO sebelum tanam.

PANEN DAN PASCA PENEN

  • Ciri-ciri polong siap dipanen adalah ukuran polong telah maksimal, mudah dipatahkan dan biji-bijinya di dalam polong tidak menonjolWaktu panen yang paling baik pada pagi/sore hari. Umur tanaman siap panen 3,5-4 bulan
  • Cara panen pada tanaman kacang panjang tipe merambat dengan memotong tangkai buah dengan pisau tajam.
  • Selepas panen, polong kacang panjang dikumpulkan di tempat penampungan, lalu disortasi. Polong kacang panjang diikat dengan bobot maksimal 1 kg dan siap dipasarkan.
SILAHKAN HUBUNGI :
☎ 085732846757 / 081216233789



Jumat, 19 Januari 2018

TEKNIS BUDIDAYA PADI TEKNOLOGI ORGANIK NASA

TEKNIS BUDIDAYA
PADI
DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA




  • HAMA & PENYAKIT PADA TANAMAN 
HAMA PADI
  1. Hama Putih (Nymphula depunctalis), Gejala: menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun,ulat menggulung daun padi. Pengendalian: (1) Pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun; (2) menggunakan BVR atau pestona.
  2. Padi Thrips (thrips oryzae), Gejala; daun menggulung dan berwarna kuningsampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi. pengendalian : BVR atau pestona.
  3. Wereng penyerang batang padi : Wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (sogatella furcifera) dan wereng penyerang daun padi: wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N.impicticep). Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi dan dapat menularkan virus.Gejala: tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tanaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil. Pengendalian: (1)bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR 64, Cimanuk, Progo dsb, membersihkan lingkungan, melpas musuh alamiseperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah; (2) penyemprotan BVR
  4. Walang Sangit (Leptocoriza acuta), menyerang buah padi yang masak susu. Gejala buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak; pada dan terdapat bercak berkas isapan dan bulir padi berbintik-bintik hitam. Pengendalian: (1) bertanam serempak, peningkatan kebersihan, mengumpulkan dan memusnahkan telur, melepas musuh alami seperti jangkrik, laba-laba; (2) penyemprotan BVR atau PESTONA.
  5. Kepik Hijau (Nezara Viridula), menyerang batang dan buah padi. Gejala pada batang tanaman terdapat bekas tusukan, buah pasdi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan telur- telunya, penyemprotan BVR atau PESTONA.
  6. Penggerek batang padi, Terdiri atas penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata), kuning (T. incertulas), bergaris (chilo supressalis) dan merah jambu (sesamia inferens). Menyerang batang dan pelepah daun. Gejala: pucuk tanaman layu, kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut,daun mengering dan seluruh batang kering. Kerusakan pada tanaman muda disebut hama "sundep" dan pada tanaman bunting (pengisan biji) disebut "beluk". Pengendalian: (1) menggunakan varitas tahan, meningkatkan kebersihan lingkungan, menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati, membakar jerami; (2) menggunakan BVR atau PESONA.
  7. Hama tikus (Rattus argentiventer), Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah. Gejala: adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak sada tanaman, tanam serempak sanitasi, gropyokan, melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu.
  8. Burung, Menyerang menjelang panen, tangkai buah patah, biji berserakan. Pengendalian: mengusir dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan.
  • PENYAKIT PADI
  1. Penyakit bercak daun coklat, Penebab: jamur Helmintosporium oryzae,. Gejala: menyerang pelepah, malai, buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Biji berbercak-bercak coklat tetapi tetap berisi, padi dewasa busuk kering, biji kecambah busuk dan kecambah mati. Pengendalian (1) merendam benih di air hangat + POC NASA (2) Pemupukan berimbang; (3) tanam padi tahan penyakit ini.
  2. Penyakit Blast, penyebab: jamur Pyricularia oryzae. Gejala: menyerang daun, buku pada malai dan ujung tangkai malai. Daun, gelang buku, tangkai malai dan cabang didekat pangkal malai membusuk. Pemasakan makanan terhambat dan butira padi menjadi hampa. Pengendalian: (1)membakar sisa jerami, menggenangi sawah, menanam varitas unggul sentani,cimandiri IR-48, IR-36, pemberian pupuk N di saat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir; (2) pemberian GLIO di tanam.
  3. Busuk pelepah daun, Penyebab: jamur Rhizoctonia sp. Gejala: menyerang daun dan pelepah daun pada tanaman yang telah membentuk anakan. Menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit; (2) pemberian GLIO pada saat pembentukan anakan.
  4. Penyakit fusarium, Penyebab; jamur fusarium moniliforme. Gejala: menyerang malai dan biji muda menjadi kecoklatan, daun terkulai, akar membusuk. Pengendalian: (1) merenggangkan jarak tanam; (2) mencelupkan benih + POC NASA dan disebari GLIO dilahan.
  5. Penyakit kresek / hawar daun, Penyebab: bakteri (Xanthomonas campestris pv oryzae) Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. Terdapat garis-garis diantara tulang daun, garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman, daun mengering dan mati. Pengendalian: (1) menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36, IR 46, Cisadane, cipunegara, menghindari luka mekanis, sanitasi lingkungan; (2) pengendalian di awal dengan GLIO.
  6. Penyakit kerdil, Penyebab: virus di tularkan oleh wereng coklat nilaparvata lugens. Gejala: menyerang semua bagian tanaman, daun menjadi pendek, sempit, berwarna hijau kekuning-kuningan, batang pendek, buku-buku pendek, anakan banyak tetapi kecil. Pengendalian: sulit dilakukan, usaha pencegahan dengan memusnahkan tanaman yang terserang dan mengendalikan vekor dengan BVR atau PESTONA.
  7. Penyakit tungro, penyebab: virus yang ditularkan oleh wereng hijau Nephotettix impicticeps. Gejala: menyerang semua bagian tanaman, pertumbuha tanaman kurang sempurna, daun kering hingga kecoklatan, jumlah tunas berkurang, pembungaan tertunda, malai kecil dan tidak kelara, IR 52, IR 36, IR 48, IR 54, IR 46, IR 42 dan mengendalikan vektor virus dengan BVR
Catatan : jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasidapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan perekat perata AERO 810, dosis +5 ml setengah tutup tangki.


Persiapan Benih


  1. Kebutuhan benih 20-40 kg/ha
  2. Benih padi direndam dalam air selama 6-12 jam 
  3. dengan larutan POC NASA dosis 2-5 cc/liter
  4. Tiriskan dan peram selama 1-2 malam hingga benih berkecambah

  1. Siapkan lahan persemaian seluas 20-40 m2 untuk setiap 1 kg benih.
    Persemaian diairi dengan berangsur sampai 3-5 cm.

    Semprot persemaian dengan melihat tabel berikut:
    POC NASA + HormonikNatural BVRPESTONA
    4 : 1 tutup/tangki1 sdm/tangki7 tutup/tangki
    umur 2 mingguumur 2 mingguumur 3 minggu
  2. Olah lahan tanam:
Catatan: Dolomit dan TSP idealnya kurang lebih 2 minggu sebelum tanam SUPERNASA dan Urea sebaiknya 0 hst (menjelang atau saat tanam)

Pindah Tanam 

  • Lakukan pemindahan tanaman (bibit saat umur 18-25 hari setelah semai (hss) yaitu saat bibit memiliki 5-7 daun atau 3-5 anakan.
  • Jarak tanam dapat berupa jarak tanam tegel 25 cm x 25 cm, atau jarak tanam legowo 40 cm x 20 cm x 10 cm, yaitu mengilangkan satu baris setiap menanam dua baris, serta dalam baris dipadatkan.

Pemeliharaan Tanaman Padi

  • Pemupukan I umur 15-20 setelah tanam: Urea 100 kg/ha + NPK 100 kg/ha
  • Pemupukan II umur 40-45 setelah tanam: Urea 50 hg/ha + NPK 200 kg/ha + Power Nutrition 3-6 kg/ha
  • Penyemprotan POC NASA : 4-5 tutup + hormonik  1-2 tutup per tangki pada umur 15, 30, 45 hari setelah tanam

Catatan: Saat penyemprotan dapat ditambah dengan PESONA atau BVR
Teknis Budidaya Padi Nasa 04a
Jaga ketinggian air di sawah setinggi kurang lebih 3 cm selama 3-5 hari, untuk mempercepat pertumbuhan bibit dan menghambat gulma
Teknis Budidaya Padi Nasa 04b
Tambah penggenangan air sampai 5 cm selama masa pembungaan dan pengisian bulir. Jika jumlah air terbatas, lakukan penggenangan dan pengeringan bergantian

Secara bertahap, kurangi penggenangan pada usia 2 minggu sebelum panen, sampai lahan benar-benar kering saat panen.

Hubungi: 085732846757/081216233789