Tampilkan postingan dengan label Perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perikanan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2018

Teknik Budidaya Udang Galah Dengan Padi




Lahan sawah saat ini semakin berkurang akibat alih fungsi, seperti kegiatan pembangunan perumahan dan sarana publik. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang menggalakkan program Ugadi (Udang Galah Dengan Padi), dengan mengoptimalkan fungsi lahan sawah irigasi, sehingga budidaya udang galah bisa bersama dengan penanaman padi.

Ugadi adalah upaya untuk memanfaatkan lahan serta meningkatkan pendapatan dari hasil panen padi dan juga udang galah. Budidaya udang galah yang terintegrasi bersama padi di lahan persawahan juga sebagai bentuk pemanfaatan secara nyata dari keterbatasan lahan, serta upaya peningkatan produksi perikanan.

Teknik budidaya ugadi tidak jauh berbeda dengan minapadi, beberapa aspek teknis yang perlu diperhatikan antara lain konstruksi lahan, pengelolaan air, penebaran benih dan pemberian pakan.


Persiapan yang dilakukan pertama kali yaitu pengolahan lahan untuk penanaman padi serta pembuatan saluran keliling (kemalir), peninggian pematang, dan pembuatan kobakan, dengan ukuran:

Lebar saluran keliling (kemalir) 100 – 200 cm dengan kedalaman 50 cmTinggi pematang 100 cm, lebar dasar 100 cm, lebar atas 75 cmUkuran kobakan 100 x 100 x 20 cm, dilengkapi pembuangan air piva PVC diameter 4 inchi.Pengelolaan Air

Air di sawah harus terus mengalir, melakukan pemupukan ulangan bila densitas plankton kurang optimal yang ditandai semakin cerahnya air dan memonitor kualitas air seperti suhu, pH, dan oksigen terlarut (DO).


Penebaran benih dilakukan 10 hari setelah tanam padi. Benih yang berkualitas ditandai dengan ukurannya yang seragam dan gerakannya lincah. Benih ditebar setelah melalui proses adaptasi atau aklimatisasi untuk menghindari stres pada udang. Benih udang galah sebaiknya ditebar berukuran tokolan (udang berumur 31-100 hari sejak menetas) ukuran bobot 6 – 9 gram/ekor supaya lebih tahan dibanding juvenile (berumur 3-30 hari). Padat penebaran di sawah adalah 5 – 10 ekor/m2 untuk bobot udang 6 – 8 gram/ekor.


Selama pemeliharaan, udang galah diberi makanan tambahan berbentuk pelet dengan protein 30% serta dosisya 4 – 2 % biomassa/hari, frekuensinya yaitu 2 kali/hari, yakni pada sore hari serta malam hari dikarenakan pada saat itu udang lebih aktif. Selanjutnya untuk memaksimalkan pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh udang galah agar tidak mudah terserang penyakit maka berikanlah produk suplemen VITERNA Plus yang mengandung vitamin dan mineral lengkap serta beberapa protein. Dimana penggunaannya dengan dosis 1 tutup botol Viterna Plus dicampur 1 liter air dicampur per 3 – 5 kg pelet atau pakan ikan setiap hari 2 kali pada pemberian pakan pagi dan sore.

Jika Anda punya lahan padi dan belum dioptimalkan, maka sebaiknya Anda bisa mencoba teknik budidaya Ugadi ini. Hal ini tentunya lebih menarik dan mempunyai banyak manfaat untuk lahan pertanian Anda. Selamat mencoba!


Pemesan / Konsultasi Hub:
0857323846757 / 081216233789


Senin, 30 April 2018

TANYA JAWAB PERIKANAN BERSAMA NASA


1. Bagaimana pemberian TON pada pengolahan dasar dan pemeliharaan dilahan tambak udang?


.



Aplikasi pada saat persiapan kolam/sebelum diisi air.



.



Dosis :  2,5 kg (10 botol ukuran 250 g)



Aplikasi TON yang pertama dilakukan di tanah dasar kolam/tambak pada saat pengeringan setelah dipanen. TONberbentuk Granule atau butiran-butiran kecil sehingga  aplikasinya dengan cara ditabur ke tanah secara merata, atau bisa dilarutkan dulu baru kemudian disiramkan merata ke tanah dasar kolam. 



Aplikasi TON dilakukan sebelum dilakukan pengapuran. Menurut teknis yang benar, setelah diaplikasikan TON kemudian dilakukan pengapuran dengan kapur dolomit dengan dosis 1 ton per hektar (100 kg per 1000 m2) atau sesuai dengan pH aktual, setelah itu kolam dibiarkan 2-3 hari, kemudian  air dimasukkan setinggi mata   kaki dahulu, biarkan    selama   3 hari untuk TON bekerja, baru kemudian air dimasukkan sampai penuh (kedalaman 100 – 120 cm).



.



Fungsi aplikasi TON pada saat pengeringan ini adalah untuk menetralkan berbagai gas dan senyawa beracun sisa pembusukan bahan organik yang dihasilkan oleh budidaya sebelumnya yaitu amoniak dan H2S.



.



Selain sebagai penetral senyawa atau gas beracun tersebut, TON juga berfungsi menumbuhkan plankton yang berguna sebagai pakan alami ikan/udang.



.



Aplikasi selama budidaya belangsung.



.




Selama budidaya berlangsung, TON juga harus diberikan secara periodik (rutin) ke air kolam atau tambak.



TON ditaburkan/disiramkan ke air kolam tiap 15 sampai 20  hari sekali.



Dosis : 500 g (2 botol) tiap kali aplikasi.



Siramkan atau taburkan merata ke air kolam.



Fungsinya terutama untuk mempertahankan kualitas air agar tidak terlalu menurun secara drastis karena pembentukan senyawa atau gas yang beracun tadi. Selain itu TON juga berfungsi menumbuhkan dan menyuburkan plankton yang baru sehingga ketersediaan plankton di tambak selalu terjaga.





2. Setelah ikan ditebar, apa tidak berbahaya jika TON ditebarkan ke air kolam?



.



TON tetap bisa diberikan walaupun sudah ada ikannya. Aplikasi dengan dilarutkan dahulu kemudian disiramkan ke air kolam, dengan dosis 1 kg per hektar tiap 15 hari sekali. Fungsi perlakuan pada tahap ini adalah untuk mempertahankan kualitas air agar tetap bagus selama budidaya berlangsung.





3. Berapa dosis penggunaan VITERNA dan POC NASA serta HORMONIK pada budidaya ikan nila, bagaimana cara aplikasi yang efektif ?



.



Jika menggunakan ketiga produk tersebut, cara pencampurannya adalah : VITERNA dan POC NASA masing-masing satu botol dicampur menjadi satu, kemudian campuran tersebut ditambah dengan 1 - 2 tutup botol HORMONIK. Sedangkan dosis penggunaannya sama saja untuk semua jenis ikan maupun udang, yaitu 1 tutup botol campuran tersebut ditambah dengan 0,5 sampai 1 liter air yang kemudian dicampur dengan 2 ? 3 kg pakan ikan.





4. Bagaimana perlakuan terhadap air kolam yang baru saja kena hujan derasdalam waktu yang lama ?



.



Sifat air hujan yang kurang baik bagi kehidupan ikan adalah keasaman yang agak tinggi yang bisa meningkatkan resiko tumbuhnya jamur dan bibit penyakit lain. Untuk mengatasinya adalah dengan cara pembuangan air bagian atas kolam kira-kira setinggi 10-20 cm. Agar keasamannya netral, beri kapur dolomite atau zeolit dengan dosis 500 kg perhektar.





5. Bagaiman aplikasi TON pada kolam dari semen atau terpal?



.



Pada kolam semen atau terpal, maka tidak diperlukan pengolahan lahan seperti di lahan tanah, oleh karena itu perlakuan TON hanya dilakukan setelah isi air.



1.) Perlakuan pertama yaitu setelah pembersihan selesai dilakukan, isi kolam diisi air setinggi 20 cm, tebarkan/siramkan TON dengan dosis 1 kg per hektar (satu sendok makan penuh per 100 m2), setelah itu air dibiarkan selama 3 hari, setelah itu diisi penuh untuk keperluan budidaya.



2.) Perlakuan berikutnya dilakukan setelah ikan berumur 15 hari dengan dosis yang sama dan diulang setiap 15 hari untuk menjaga kualitas air kolam budidaya.





6. Jika kita pakai VITERNA dicampur dengan 1 kg pakan ikan, apakah tidak over dosis ?



.



VITERNA adalah bahan organic murni, sehingga sebenarnya tidak ada kata over dosis karena prinsip kerja VITERNA seperti pakan biasa. Banyak pengguna yang juga memakai dosis tersebut dan tidak terjadi masalah pada ikannya.





7. Jika kolam tidak bisa dikeringkan, apa akibatnya, apakah produk NASA bisa mengatasi masalah tersebut?



.



Jika tidak bisa dikeringkan, maka tanah dasar kolam akan menjadi lebih asam. Hal itu tentu akan sangat merugikan bagi ikan maupun udang yang dipelihara.



Cara mengatasinya adalah dengan pemberian kapur dolomite atau zeolit dengan dosis yang disesuaikan dengan keasamannya. Pemberian TON secara kontinyu dapat mengurangi kadar keasaman tersebut, namun akan lebih efektif jika tetap digunakan kapur seperti di atas.





8. Jika kita menggunakan pelet dengan kadar protein 20% kemudian dicampur dengan produk NASA, apakah hasilnya akan sama dengan ikan yang diberi pakan dengan protein 30% ?



.



Hasil aplikasi di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan produk NASA mampu meningkatkan hasil panen walaupun hanya menggunakan pakan buatan sendiri atau pakan yang harganya rendah. Hal itu bisa tercapai karena produk NASA menambah kandungan nutrisi di pakan yang diberikan. Akan tetapi jika menggunakan pakan yang lebih bagus, maka hasilnya juga jauh lebih baik, karena disamping menambah kandungan pakan, produk NASA juga berfungsi meningkatkan efisiensi penggunakan zat gizi di pakan.





9. Bagaimana mengatasi udang winduyang stress?



.



Udang windu stress banyak sebabnya, bisa karena kurang pakan, karena perubahan kualitas air, bisa karena cuaca yang kurang baik dan sebagainya. Sehingga cara mengatasinya juga harus sesuai dengan penyebabnya. Namun demikian kita bisa membuat udang mempunyai daya tahan yang tinggi dengan memberi pakan yang cukup dan berkualitas. Produk NASA baik TON maupun VITERNA atau POC NASA mampu meningkatkan daya tahan dari segi kualias air yang baik dan konsumsi nutrisi yang berkualitas.





10. Apakah produk NASA dapat mengatasi penyakit bintik putih padaudang windu?



.



Penyakit bintik putih pada udang windu adalah penyakit karena serangan virus SEMBV (Systemic Ectodermal Mesodermal Baculovirus), yang mengakibatkan penyakit penurunan daya tahan tubuh udang sehingga udang mudah sekali sakit dan mati. Sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut. Yang dapat kita lakukan adalah mencegah virus tersebut masuk ke kolam budidaya kita. Caranya dengan mencegah masuknya hewan pembawa (carrier) kepiting, udang liar masuk ke kolam budidaya kita. Produk NASA baik TON maupun VITERNA atau POC NASA memang bukan obat, tetapi mampu mengurani efek serangan virus tersebut dengan meningkatkan daya tahan tubuhnya.





11. Bagaiman mengatasi penyakit karena jamur pada ikan air tawar?



.



Penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit, cendawan, atau hama dapat ditanggulangi dengan menggunakan bahan kimia atau disinfektan dan insektisida. Disinfektan yang biasa digunakan adalah benzalkonium chloride, chlorine, formaldehyde, dan iodine. Dalam pemberian antibiotika maupun disinfektan, yang terpenting dan harus diperhatikan adalah dosis dan cara pemakaian serta waktu henti obatnya (with drawal time). Pemberian TON baik sebelum maupun selama budidaya berlangsung akan membantu mengurangi resiko pertumbuhan jamur di air kolam.

Selasa, 24 April 2018

Cara Mudah Budidaya Ikan Bawal Di Kolam Terpal




Ikan bawal saat ini mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, hal ini dikarenakan permintaan ikan bawal yang meningkat. Peningkatan ini terjadi karena ikan bawal secara tekstur mempunyai rasa yang gurih disbanding ikan lainnya.Hal inilah yang membuat banyak pembudidaya ikan beralih budidaya ke ikan bawal.

Budidaya ikan bawal bisa menggunakan kolam yang terbuat dari terpal. Penggunaan terpal sebagai kolam akan lebih memudahkan dalam melakukan pemeliharaan dibandingkan menggunakan kolam dari tanah. Selain itu, lahan yang diperlukan tidak terlalu luas dan biaya yang relatif lebih murah.

1. Persiapan kolam

Kolam terpal harus diisi air minimal 50 cm kemudian dibiarkan selama dua hari.Setelah dua hari, air kolam diganti lagi dan dibiarkan lagi selama satu minggu dengan ditambahkan beberapa treatmen seperti memberikan daun ketepeng atau daun papaya sebagai antiseptik.

2. Pemupukan dasar

Pada budidaya ikan bawal di kolam terpal, pemupukan pada dasar kolam tidak perlu dilakukan.Hal ini berbeda dengan kolam dari tanah yang memerlukan perlakuan khusus, seperti pemupukan.Hal yang perlu diperhatikan lainnya ketika menggunakan terpal sebagai kolam adalah sanisitas dan kebersihan terpal tersebut.Pencucian dan perendaman mutlak dilakukan untuk menjaga budidaya ikan tetap berlangsung.

3. Penebaran benih

Pada kolam terpal, benih ikan bawal yang disebar paling tidak berukuran 5-12 cm.Penebaran benih ikan bawal harus dilakukan dengan plastiknya untuk memberikan adaptasi kepada bibit ikan.Setelah dua jam, bukalah penutup plastik tersebut dan biarkan bibit ikan bawal keluar dengan sendirinya.Pemberian benih ikan bawal adalah 100-150 ekor/meter.Hal yang harus diperhatikan dalam budidaya kolam terpal adalah pemasangan penyaring untuk mengalirkan oksigen.

4. Pemberian pakan

Pakan merupakan bagian paling penting dari budidaya ikan bawal, karena hamper mengeluarkan biaya hingga 60% dari total biaya operasional.Pemberian pakan ikan bawal harus dilakukan secara teratur.Pemberian pakan per hari paling tidak harus 3-5% dari berat tubuh dari benih ikan dan kandungan protein minimal 25%.

Untuk menunjang perkembangan bibit ikan, pemberian pakan harus dilakukan tiga kali dalam sehari dengan cara menyebar secara merata ke area kolam.Untuk meningkatkan potensi hidup ikan, pemberian vitamin, seperti lipopolisakarida dapat dicampurkan dengan pakan.Selain itu, kolam juga harus dibersihkan paling tidak 20 hari sekali menggunakan spon.

5. Pemanenan

Waktu panen ikan bawal dapat dilakukan setelah ikan berumur 4-5 bulan, atau setidaknya jika berat tubuh ikan bawal sudah mencapai 300-500 gram.Penggunaan alat untuk panen biasanya berupa jaring yang berdiameter lebar.Sama seperti budidaya ikan yang lain, panen ikan bawal juga dapat dilakukan secara selektif maupun secara menyeluruh.Pemanenan biasanya tergantung dengan tujuan panen tersebut, apakah untuk konsumsi pribadi atau untuk dijual.

Selamat mencoba dan semoga berhasil!




Rabu, 11 April 2018

3 Penyakit Utama Pada Ikan Guppy



Banyak sekali jenis ikan hias yang tersedia untuk mengisi kolam dan aquarium. Salah satu ikan hias yang dipelihara oleh sebagian kecil pecinta ikan hias ialah ikan Guppy. Ikan Guppy masuk dalam spesies ikan air tawar yang mempunyai bentuk tubuh kecil dan dilengkapi dengan ekor yang bagus dan cantik serta penuh warna. Sekilas memang ikan Guppy tampak seperti ikan cupang.

Namun kenyataanya kedua jenis ikan ini berbeda. Pada umumnya, selain untuk hiasan, ikan cupang digunakan untuk diadu. Lain halnya dengan ikan Guppy yang hanya difungsikan sebagai ikan hias saja. Ikan Guppy lebih kaya akan jenis dan namanya.

Ikan Guppy merupakan ikan hias yang bisa memberikan efek senang dan kepuasan tersendiri bagi yang melihatnya. Ikan Guppy sebenarnya ikan liar yang hidup di alam bebas. Karena keindahan dan keunikannya, tidak sedikit orang yang memeliharanya hingga mengembang biakkan ikan yang satu ini.

Salah satu masalah yang dihadapi saat budidaya ikan Guppy atau sekedar hobby, yaitu penyakit pada ikan Guppy penyakit yang cepat sekali menular dan tak kunjung sembuh tidak hanya dapat membuat ikanya stress, tetapi breedernya pun bisa ikut-ikutan jadi stress.

Banyak jenis penyakit ikan Guppy penyebabnya pun bermacam-macam dari Jamur, Bakteri, Kutu, Virus, Parasit Bintik Putih dsb,  ikan Guppy dapat terserang penyakit karena kolam tempatnya kurang bersih dan juga cuaca menyebabkan suhu air berubah-ubah secara cepat, itulah salah satu Penyebab ikan Guppy mati mendadak.



Ciri-ciri ikan Guppy sakit : ikan guppy sakit akan terlihat ia berdiam di dasar air atau sebaliknya ia berada dipermukaan air diam tak bergerak, tergantung dari penyakit yg menyerang, biasanya ikan akan berenang lemas, ekor menguncup dan tidak lincah saat berenang.

Cara mencegah penyakit ikan Guppy dan cara mengatasi penyakit ikan Guppy pun cukup mudah tergantung jenis penyakit yang menyerang ikan Guppy tersebut.

Dari berbagai penyakit ikan Guppy saya akan membahas,

1. Penyakit Kembung

Pertama Penyakit yang sering menyerang ikan Guppy yaitu penyakit kembung, merupakan peradangan usus terlihat dari perut ikan menjadi bengkak, dan ikan terlihat diam di permukaan dan sulit untuk berenang ke dasar air.



Cara mengatasi penyakit kembung pada ikan Guppy :

Pisahkan ikan ke wadah yang airnya sudah diberi garam inggris 

"1 sendok teh garam Inggris tiap 1/2 liter air", biarkan 3 sampai 5 jam lalu.

Segera Isolasi atau pindahkan ikan ke wadah atau kolam perawatan.

Wadah perawatan ikan isi dengan air tidak terlalu tinggi atau air 3x tinggi ikan.

2. Penyakit Kutu Jarum atau Kutu Jangkar


Penyakit inilah yang sangat berbahaya untuk ikan-ikan hias kecil seperti ikan Guppy, dan 100% ikan akan mati jika tidak diatasi, jika dalam 1 kolam 1 ikan terjangkit penyakit ini, maka dalam 3 hari semua ikan akan terinfeksi parasit ini karena larva akan cepat menyebar / menular menjakit satu kolam atau aquarium tersebut.

Seperti parasit ia menancapkan jangkar ketubuh ikan Guppy, dan jika kita paksa mencabutnya dapat merusak bagian tubuh ikan Guppy akan ikut terangkat bahkan mengkoyak tubuh ikan Guppy.


Penyakit ini biasa terjadi saat mengambil salah satu ikan dari luar ( Kolam Terbuka ) dan memasukannya ke aquarium dan larva akan berkembang bebas karena tidak ada sinar matahari.

Apakan penyebab penyakit kutu jarum atau kutu jangkar pada ikan Guppy ?? siapakah dalangnya ??

Ini dia dalangnya !! 

Ini dia penyebab ikan Guppy saya terkena kutu jangkar, ADA KATAK / KECEBONG yang suka nyemplung sembarangan ke kolam - kolam bak terbuka yang berada di belakang rumah tanpa jaring pengaman. Predator alami ikan Guppy Musuh abadi breeder guppy, sering makan ikan Guppy saat kita terlena dan bila jarang menengok kolam .

Cara mengatasinya :

Karena jika satu ekor terkena parasit kutu jangkar maka 1 aquarium atau wadah dari ikan tersebut 50% terinfeksi penyakit yg sama untuk pengobatannya gunakan abate atau bisa juga pindahkan Guppy ke kolam yang langsung terkena sinar matahari ( ada pengalaman pribadi ), dan cuci bersih aquarium lalu jemur.

Jangan khawatir Penyakit ini tidak dapat tumbuh di kolam luar rumah yang langsung terkena sinar matahari.

Penyakit ini hanya akan terjadi apabila 

1. Kolam dalam rumah kemasukan katak/kodok

2. Mengambil ikan Guppy dari kolam diluar rumah yang baru kemasukan katak/kodok



Cara mencegah Penyakit ikan Guppy Kutu jangka :

Jangan sampai kolam atau aquarium dalam rumah kemasukan katak/kodok.

Gunakan jaring kolam di luar rumah atau hambatan agar katak/kodok tidak masuk ke kolam ikan Guppy.



3. Penyakit Jamur atau White Spot

Ikan Guppy akan sangat nampak terlihat jika terkena penyakit ini, Penyakit jamur pada ikan Guppy seperti bintik- bintik putih pada tubuh bagian insang, sirip, ekor dan mulut ikan Guppy, yang membuat tubuh ikan Guppy terasa gatal, ikan akan gelisah dan menggesek gesekan tubuhnya ke benda sekitar kolam/aquarium.

Cara mengatasinya :

Pisahkan ikan yang terkena white spot ke kolam perawatan , berikan obat jamur ikan seperti methilyne blue dan produk anti jamur lainya yang tersedia di toko - toko ikan hias.



3 Penyakit pada ikan Guppy diatas merupakan masalah yang sering terjadi saat budidaya ikan Guppy dan dapat diatasi dengan perawatan yang tepat. Sebaiknya mencegah daripada mengobati.



Supaya Guppy tetap segar dan berwarna cerah bagaimana..?


Semprotkan saja 1 – 2 tutup VITERNA dengan semprotkan tangan pada pakannya, setelah agak lembab, keringkan sebentar baru pakan tadi diberikan ke Guppy



Pemesanan Hubungi :

085732846757 / 081216233789